Wisata BALI - Pura & Puri

Content :
- Puri Saren Ubud
- Puri Agung Karangasem
- Pura Penataran Sasih
- Pura Besakih
- Pura Tanah Lot
- Pura Luhur Uluwatu
- Pura Goa Lawah
- Pura Goa Gajah
- Pura Taman Ayun
- Pura Luhur Batukau
- Pura Tirta Empul
- Pura Ulun Danu Beratan
- Pura Kehen
- Pura Gunung Lebah
- Pura Sebatu
- Pura Jagat Natha
- Pura Desa & Pura Puseh Batuan
- Pura Kebo Edan
- Kertha Gosa/Istana Semarapura



Puri Saren Ubud (kembali ke Content)
Puri Saren adalah istana raja Ubud yang menarik untuk dikunjungi. Istana atau juga dikenal dengan sebutan puri (tempat tinggal raja dan kerabatnya) ini terletak tepat di tengah-tengah Kota Ubud berdekatan dengan pasar seni Ubud. Pada zaman dahulu puri ini adalah pusat pemerintahan Kerajaan Ubud dan juga sebagai pusat kegiatan seni dan budaya. Istana ini mulai dibuka untuk kunjungan wisatawan sejak tahun 1930-an. Di istana ini pada hari-hari tertentu diadakan pertun- jukan seni tari Bali bagi para wisatawan.

Waktu tempuh :
Sekitar 1 jam dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : 09.00 s.d 18.00
Tiket Masuk : Tidak dipungut biaya masuk (hanya tiket masuk pertunjukan tari)



Puri Agung Karangasem (kembali ke Content)
Karangasem terletak di bagian timur Pulau Bali, mempunyai obyek-obyek wisata menarik untuk dikunjungi seperti istana air, Tirta Gangga dan sawah berteras serta obyek-obyek wisata menarik lainnya. Salah satunya yaitu Puri Agung Karangasem yang dibangun pada abad ke-19 oleh Anak Agung Gede Jelantik, raja pertama Kerajaan Karangasem.Arsitektur bangunan Puri Agung Karangasem merupakan kombinasi antara tiga gaya arsitektur yaitu Bali yang dapat dilihat pada pahatan patung-patung Hindu dan gaya Cina dapat ditemukan pada gaya pintu, jendela dan bagian bangunan lainnya, sedangkan gaya Eropa tampak pada gaya gedung utama yang memiliki beranda besar.

Waktu tempuh :
Sekitar 2.5 jam dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : 09.00 s.d 18.00
Tiket Masuk : Rp. 5.000,-



Pura Penataran Sasih (kembali ke Content)
Pura Penataran Sasih terletak kurang lebih 4 km sebelah timur dari jantung Kota Ubud. Di pura ini terdapat gong raksasa yang disebut oleh masyarakat sekitar sini dengan nama "Bulan Pejeng"yang berdiameter kira-kira 2 meter. Gong ini diperkirakan berumur antara 1000 sampai 2000 tahun. Menurut sebuah cerita dari masyarakat sekitar sini gong ini berasal dari bulan yang jatuh ke bumi, tetapi bulan tersebut tersangkut di pohon dan bersinar sangat terang, dan sinar bulan yang terang tersebut menghalangi para pencuri untuk melakukan aksinya. Salah satu dari pencuri mencoba untuk memadamkan sinar bulan tersebut dengan mengencinginya tetapi bulan meledak dan jatuh ke tanah menjadi sebuah gong.

Waktu tempuh :
Sekitar 1.5 jam dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : 09.00 s.d 17.00
Tiket Masuk : Sukarela (sekitar Rp. 5.000,-)



Pura Besakih (kembali ke Content)
Pura Besakih merupakan pura utama di Bali. Pura ini terletak di Desa Besakih,Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem sebelah barat daya Gunung Agung, dan berada pada ketinggian 900 m diatas permukaan laut, kurang lebih 62 km dari Kota Denpasar. Sebuah cerita kuno menyebutkan bahwa Pura Besakih dibangun sekitar abad ke-11 oleh Rsi Markandya dan para pengikutnya. Pura Besakih merupakan pusat kegiatan persembahyangan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Komplek Pura ini terdiri dari 1 pura utama dan 18 Pura lainnya, dan Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar, memiliki upakara dan bangunan-bangunan pelinggih terbanyak serta merupakan pusat dari semua pura yang ada di komplek Pura Besakih, di pura ini terdapat 3 arca utama Tri Murti Brahma, Wisnu dan Shiwa sebagai lambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur. Pura Besakih yang menawarkan atmosfir religius dibangun berdasarkan pada empat arah.

Waktu tempuh :
Sekitar 2.5 jam dari Bali bagian selatan dengan mobil.
Buka : Pagi s.d Sore
Tiket Masuk : Rp. 10.000,-



Pura Tanah Lot (kembali ke Content)
Pura Tanah Lot adalah sebuah pura yang dibangun di atas batu besar terletak di desa Beraban, Kabupaten Tabanan. Pura ini merupakan pura laut yang digunakan sebagai tempat pemujaan para dewa penjaga laut dan termasuk kedalam pura Sad Kahyangan atau penyangga dari 9 mata angin. Setelah sampai di tempat parkir, untuk menuju ke area pura Anda akan banyak menjumpai art shop dan warung makan. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat sunset, para wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara biasanya ramai pada saat sore hari untuk melihat keindahan sunset.

Waktu tempuh :
Sekitar 50 menit dari Denpasar dengan mobil.
Buka : 07.00 s.d 19.00
Sunset (18.00 s.d 18.30)
Tiket Masuk : Dewasa Rp. 10.000,-
Anak-anak Rp. 5.000,-



Pura Luhur Uluwatu (kembali ke Content)
Pura Uluwatu atau Pura Luhur Uluwatu terletak di ujung barat daya pulau Bali. Pura ini didirikan diatas batu karang terjal, tinggi dan menjorok ke laut. Pura Uluwatu dipercaya oleh umat Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin atau disebut dengan Pura Sad Kahyangan. Pura ini juga dikenal dengan keindahan sunset-nya. Pura Uluwatu didirikan pertama kali oleh Empu Kuturan pada abad ke-11 sebagai tempat untuk menurunkan ajaran Desa adat dengan segala aturan-aturannya dan selanjutnya pura ini dipakai untuk memuja oleh seorang pendeta suci bernama Dang Hyang Nirartha yang mengakhiri perjalanan sucinya di tempat ini dengan apa yang dinamakan Ngeluhur atau Moksa. Di Pura ini dipertunjukan tari Kecak pada sore hari dengan latar belakang sunset yang indah.

Waktu tempuh :
Sekitar 40 menit dari Kuta atau Nusa Dua dengan mobil.
Buka : 09.00 s.d 19.00
Sunset (18.00 s.d 18.30)
Tiket Masuk : Rp. 3.000,-



Pura Goa Lawah (kembali ke Content)
Pura Goa Lawah terletak sekitar 49 km dari Kota Denpasar tepatnya di Kecamatan Dawan, Klungkung atau sekitar 10 km sebelah timur Kota Semarapura. Tidak diketahui pasti siapa pendiri dan kapan didirikannya Pura Goa Lawah ini tetapi pura ini diperkirakan didirikan oleh Mpu Kuturan pada abad ke-11. Pura yang dihuni oleh ribuan kelelawar ini termasuk sebagai Kahyangan Jagat atau Sad Kahyangan.

Waktu tempuh :
Sekitar 1.5 jam dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : 08.00 s.d 18.00
Tiket Masuk : Dewasa Rp. 4.000,-
Anak-anak Rp. 2.000,-



Pura Goa Gajah (kembali ke Content)
Pura Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, sekitar 26 km dari kota Denpasar. Kawasan ini sangat mudah dicapai karena berada pada jalur wisata Denpasar-Tampaksiring-Danau Batur-Kintamani. Pura ini dikelilingi oleh persawahan dengan keindahan ngarai Sungai Petanu. Di sekitarnya terdapat tempat-tempat bersejarah seperti Yeh Pulu, Samuan Tiga, Gedung Arca, Arjuna Metapa, Kebo Edan, Pusering Jagat, Penataran Sasih, dan lain-lain. Namun, sampai saat ini belum diketahui asal usul Pura Goa Gajah ini secara pasti. Nama Goa Gajah merupakan perpaduan nama Pura Guwa (sebutan masyarakat setempat) dengan nama kuno yang termuat dalam prasasti-prasasti yaitu Ergajah dan Lwa Gajah yang diperkirakan nama-nama yang lazim di akhir abad ke-10 sampai akhir abad ke-14 (era Negara Kertagama).

Di pelataran pura terdapat Petirtaan (tempat air suci) kuno yang terbagi atas tiga bilik. Bilik utara dan selatan terdapat arca pancuran sedangkan di bilik tengah hanya terdapat apik arca. Sekitar 13 meter sebelah utara Petirtaan, terdapat gua pertapaan berbentuk huruf "T". Lorong tersebut memiliki lebar 2.75 meter dan tinggi 2 meter. Di kiri-kanan lorong terdapat 15 buah ceruk untuk besemedi. Pada ceruk paling timur terdapat Trilingga dan di ujung barat terdapat arca Geneca.

Pada halaman pura ini ditemukan penggalan-penggalan bangunan yang belum bisa direkontruksi. Lebih kurang 100 meter di sebelah selatan Petirtaan terlihat sisa-sisa pecandian tebing. Sebagian kaki candi itu masih ada. Sebuah Chatra berpayung 13 tergeletak di tepi kaki itu. Badan candi itu memakai hiasan yang sangat indah. Ada pula bagian Chatra bercabang tiga. Dua buah arca Budha dengan sikap Dhynamudra, yaitu duduk bersila dengan kedua telapak tangan di pangkuan dan menghadap ke atas, diletakkan berdekatan dengan ceruk yang hampir jebol. Berhadapan dengan percandian ini terdapat sebuah ceruk pertapaan pula. Di depan ceruk ini dibangun balai peristirahatan dan sebuah kolam.



Pura Taman Ayun (kembali ke Content)
Taman Ayun berarti taman yang indah. Pura ini terletak di Desa Mengwi,Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Pura Taman Ayun didirikan oleh raja Mengwi I Gusti Ngurah Putu pada abad ke-17. Pura ini banyak dikunjungi para wisatawan karena keindahan tamannya dan kolam dengan tanaman-tanaman yang indah. Di komplek pura terdapat tempat pemujaan untuk para leluhur dari dinasti Mengwi dan bangunan suci (berbentuk pagoda) dengan atap bertingkat yang disebut 'meru'. Meru merupakan simbol gunung (dipercaya sebagai simbol dari Gunung Agung) dan sebagai tempat pemujaan para dewa dan roh leluhur raja. Bangunan pura ini dikelilingi oleh kolam yang dihiasi dengan bunga-bunga teratai yang indah.

Waktu tempuh :
Sekitar 1.5 jam dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : 09.00 s.d 18.00
Tiket Masuk : Rp. 6.000,-



Pura Luhur Batukau (kembali ke Content)
Pura Luhur Batukau terletak di kaki Gunung Batukau, Desa Wongaya Gede, Penebel, Kabupaten Tabanan, pada ketinggian 700 m di atas permukaan laut dan sekitar 42 km di sebelah barat laut Kota Denpasar. Pura yang termasuk sebagai Pura Sad Kahyangan ini letaknya berada di pegunungan dan dikelilingi oleh hutan maka kawasan pura ini berhawa sejuk dan berudara segar.

Waktu tempuh :
Sekitar 2 jam dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : Setiap waktu
Tiket Masuk : Sukarela (Sekitar Rp. 5.000,-)



Pura Tirta Empul (kembali ke Content)
Tirta Empul berarti air suci, Pura Tirta Empul terletak di Kecamatan Tampak Siring, Gianyar kurang lebih 40 km sebelah utara Kota Denpasar. Tampak Siring merupakan kawasan populer sebagai persinggahan para wisatawan yang akan ke Danau Batur. Selain itu, karena di sini juga terdapat istana kepresidenan yang didirikan oleh presiden RI pertama - Soekarno. Menurut legenda yang tertulis pada daun lontar Usana Bali, nama Tampak Siring berasal dari bekas telapak kaki seorang raja bernama Mayadenawa, tampak berarti telapak dan Siring berarti miring. Pada masa itu, Mayadenawa yang sakti memerintah kerajaan dengan tindakan sewenang-wenang serta menganggap dirinya sebagai dewa dan memerintahkan rakyat untuk menyembahnya. Hal ini membuat para dewa murka dan sepakat untuk menghancurkannya. Bathara Indra mengirim balatentara untuk menyerangnya dan karena terdesak, Mayadenawa melarikan diri. Agar para pengejar tidak mengetahui jejaknya ia berjalan dengan memiringkan kaki, tetapi usahanya tersebut gagal karena balatentara Bathara Indra mengetahui jejak yang ditinggalkan Mayadenawa. Dengan kesaktiannya Mayadenawa menciptakan mata air beracun dan bala tentara Bathara Indra banyak yang mati karena meminum air dari mata air tersebut. Sebagai penawar racun, Bathara Indra menciptakan mata air lain yang sekarang lebih dikenal dengan nama Tirta Empul.

Waktu tempuh :
Sekitar 1.5 jam dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : 09.00 s.d 17.00
Tiket Masuk : Dewasa Rp. 6.000,-
Anak-anak Rp. 3.000,-



Pura Ulun Danu Beratan (kembali ke Content)
Pura Ulun Danu terletak kira-kira 60 km dari kota Denpasar tepatnya di daerah Bedugul yang mempunyai hawa sejuk dengan pemandangan pegunungan dan danau yang indah, Pura Ulun Danu berada di lokasi danau tersebut. Pura ini didirikan oleh raja Mengwi pada tahun 1633 untuk memuja Dewi Danu atau dewi air. Setahun sekali pada saat musim hujan air danau pasang dan menggenangi hingga ke bagian dalam pura.

Waktu tempuh :
Sekitar 2 jam dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : 08.00 s.d 18.00
Tetapi jika tempat ini berkabut, maka ditutup lebih cepat.
Tiket Masuk : Rp. 10.000,-



Pura Kehen (kembali ke Content)
Pura Kehen terletak di Kabupaten Bangli kurang lebih 2 jam dari Bali bagian selatan ditempuh dengan kendaraan. Pura ini merupakan salah satu Pura kuno yang ada di Bali, serta sangat sakral dan juga terbesar di Bangli. Bangunan pada pura ini banyak dihiasi dengan dekorasi piring porselen dari Cina yang ditempel pada tembok-tembok pura. Di dalam komplek pura terdapat bangunan suci dengan atap bertingkat-tingkat yang disebut dengan meru dan bangunan suci lain yang terdapat Trilingga (Brahma,Siwa dan Wisnu).

Waktu tempuh :
Sekitar 2 jam dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : 09.00 s.d 17.00
Tiket Masuk : Dewasa Rp. 3.000,-
Anak-anak Rp. 1.000,-



Pura Gunung Lebah (kembali ke Content)
Pura Gunung Lebah terletak 1.5 km sebelah barat Ubud, tepatnya di Desa Campuan yang memiliki lingkungan hijau dan asri. Di sini terdapat jembatan yang menghubungkan Campuan dengan daerah-daerah sekitar yang dibuat diatas sebuah sungai dengan airnya yang jernih yang dikenal oleh masyarakat di sini dengan nama Tukad Wos atau Sungai Wos.

Waktu tempuh :
Sekitar 1 jam dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : Buka setiap waktu.
Tiket Masuk : Tidak dipungut biaya.



Pura Sebatu (kembali ke Content)
Pura Gunung Kawi Sebatu terletak di Desa Sebatu, Tampak Siring. Pura ini dikelilingi oleh pepohonan hijau yang asri, kawasan pura ini lebih mirip seperti taman. Di dalam komplek pura terdapat sumber air yang jernih. Selain itu, di tengah-tengah kolam yang ada di lokasi pura terdapat air mancur dengan ukiran yang indah dengan ikan-ikan berwarna-warni.

Waktu tempuh :
Sekitar 1.5 jam dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : 09.00 s.d 17.00
Tiket Masuk : Dewasa Rp. 6.000,-
Anak-anak Rp. 3.000,-



Pura Jagat Natha (kembali ke Content)
Pura Jagat Natha terletak tepat di jantung Kota Denpasar, didirikan pada tahun 1953. Pura Jagat Natha adalah tempat pemujaan bagi Ida Sang Hyang Widi dan dibuka selama 24 jam untuk bersembahyang. Setiap bulan diadakan upacara besar pada bulan purnama di Pura ini.

Waktu tempuh :
Sekitar 45 menit dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : 07.00 s.d 18.00
Tiket Masuk : Sukarela (Sekitar Rp. 5.000,-)




Pura Desa & Pura Puseh Batuan (kembali ke Content)
Pura Desa dan Pura Puseh desa adat Batuan terletak di desa Batuan, Sukawati, Gianyar. Pura yang didirikan pada tahun 1020M atau pada tahun saka 944 ini termasuk Kahyangan Tiga dan yang termasuk Pura Kahyangan Tiga yaitu Pura Desa sebagai tempat pemujaan Dewa Brahma, Pura Puseh sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu, dan Pura Dalem sebagai tempat pemujaan Dewa Shiwa. Di pura ini pengunjung dapat menjumpai patung-patung kuno, bale-bale dan meru. Pengunjung tidak dipungut biaya masuk, tetapi memasukkan donasi yang biasanya sebesar Rp.5.000 s.d Rp.10.000,dan bagi para pangunjung yang masuk ke pura ini diwajibkan untuk memakai kain yang telah disediakan.

Waktu tempuh :
Sekitar 1 jam dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : 08.00 s.d 18.00
Tiket Masuk : Rp. 5.000,-


Pura Kebo Edan (kembali ke Content)
Pura Kebo Edan terletak di Desa Pejeng. Disini pengunjung dapat menjumpai Arca Ciwa berbentuk Bhairawa menari diatas mayat dengan hiasan ular dengan tinggi 3,60 meter yang merupakan peninggalan dari abad ke-13 masehi. Penduduk Desa Pejeng menyebutnya dengan Arca Kebo Edan.

Buka : 07.00 s.d 18.00
Tiket Masuk : Dewasa sekitar Rp. 10.000,-
Anak-anak sekitar Rp. 5.000,-



Kertha Gosa/Istana Semarapura (kembali ke Content)
Kertha Gosa terletak kurang lebih 40 km dari Kota Denpasar. Kerta Gosa yaitu sebuah bangunan atau yang lebih dikenal dengan sebutan bale di dalam kompleks istana Semarapura. Kertha Gosa yang dibangun oleh raja Klungkung pertama Ida I Dewa Agung Jambe pada tahun 1686 mempunyai dua bagian bangunan yaitu Bale Akertha Gosa dan Bale Kambang. Bale Kambang dikelilingi oleh kolam yang disebut Taman Gili. Pada bagian langit-langit Kertha Gosa dihiasi dengan lukisan tradisional gaya Kamasan serta gaya wayang. Lukisan-lukisan tersebut pada awalnya terbuat dari kain dan parba, tetapi pada tahun 1930 mengalami restorasi dengan dibuat diatas eternit. Fungsi dari Kerta Gosa adalah selain sebagai tempat mengadili perkara juga digunakan sebagai tempat upacara keagamaan salah satunya yaitu upacara potong gigi bagi putra-putri raja. Di samping itu, bangunan Kertha Gosa mempunyai fungsi yang tidak kalah penting yaitu mendidik lewat lukisan-lukisan wayang yang terdapat pada langit-langit bangunan. Lukisan-lukisan tersebut adalah rangkaian dari suatu cerita yang mengambil tema pokok parwa yaitu Swargarokanaparwa dan Bima Swarga yang memberi petunjuk hukuman karma phala yaitu akibat dari perbuatan baik buruk yang dilakukan manusia selama hidup di dunia, dan penitisan kembali ke dunia akibat perbuatan dan dosa-dosa yang telah dilakukannya.

Waktu tempuh :
Sekitar 1.5 jam dari Nusa Dua dengan mobil.
Buka : 07.30 s.d 17.00
Tiket Masuk : Dewasa sekitar Rp. 5.000,-
Anak-anak sekitar Rp. 2.000,-